2
Januari 2013 sampai 20 Maret 2014, rentang waktu yang cukup lama postingan ini
dibuat. 400 hari lebih mungkin ada, halaman ini tidak dihiasi oleh tulisan
apapun. Saya hampir melupakan kalau blog ini ada. Di rentang waktu yang cukup
lama tersebut, ada cerita yang mungkin bisa saya bagi. Mau itu sedih atau pun
senang.
Balik
ke tahun 2013. Kalau ada yang bilang angka 13 itu pembawa sial, mungkin memang
benar. Tapi tidak semua orang melihat angka 13 sebagai suatu
ketidak-beruntungan. Ya bisa jadi karena mereka tidak mengalami kesialan apapun
yang berhubungan dengan angka 13. Tergantung takdir orang masing-masing lah
mungkin ya. Apapun kejadian, peristiwa yang sudah dialami dalam kehidupan ini,
bisa dikatakan baik, buruk, sial, beruntung atau apalah itu kita menyebutnya.
Menurut saya adalah bagaimana bisa menyikapinya. Seandainya itu peristiwa buruk
yang membuat kita merasa sial, menyesal, kurang beruntung, sebaiknya ambil sisi
positif dan hikmahnya. Pikirkan hal-hal baik yang akan terjadi selanjutnya. Mungkin
ada peristiwa baik yang akan segera datang apabila kita tidak berlarut-larut
dalam peristiwa tersebut. Seandainya itu peristiwa yang baik, jadikan itu
motivasi untuk melakukan hal yang baik lebih banyak lagi dan tentunya tidak
lupa mengucap rasa syukur kepada Allah dengan apa yang sudah kita terima.
Pertengahan
Januari, saya pergi liburan bersama teman seangkatan. Tujuannya Bali, Jogja,
Bandung. Dari Palembang kami langsung menuju Bali. Kurang lebih 60 jam,
akhirnya tiba di penginapan di Bali. Alhasil, duduk di bus selama itu cukup
membuat pantat sakit. Namun, dengan rasa pegal dibadan tidak membuat kami
bersantai di kamar. Malam hari setibanya di Bali, kami tidak menyia-nyiakan
waktu untuk menikmati suasana disana. Kami pergi mengunjungi Pantai Kuta dengan
angkot. Ini kali pertamanya saya menginjakkan kaki di Bali. Ramai sekali
suasana malam di pinggir Pantai Kuta itu, kami menyusuri jalanan dikawasan Kuta
sampai tibanya di jalan Legian. Toleh kiri ke kanan, gemerlap lampu warna-warni
dimana-mana, suara keras musik disko terdengar, banyak orang bule disana. Ingat
peristiwa bom Bali? Nah, di Legian inilah tempat kejadiaanya. Terus kami
berjalan dan kembali ke tempat dimana kami tadi diturunkan angkot. Malam makin
larut, kami pun kembali ke penginapan. Begitulah sewaktu malam hari pertama
setibanya di Bali.
Akhir
Maret, saya dan beberapa teman mengunjungi perusahaan batubara. Ini kali
pertamanya, saya melakukan kunjungan lapangan. Sangat menarik sekali, dengan
adanya kunjungan lapangan ini jadi lebih tahu bagaimana kondisi di lapangan,
ada bayangan lah sedikit. Jangan selalu percaya dengan yang ada di buku hahaha.
Awal Juli, saya kembali ke perusahan ini untuk mengikuti kegiatan mapping
selama dua hari.
Tidak
banyak waktu selama tahun 2013 ini saya gunakan bersama keluarga, Ayah, Mamak,
Adek, Mbah di rumah. Sampai pada pertengahan bulan November saat sedang
melakukan kerja praktek di salah satu perusahaan minyak.
...........



