Pages

Wednesday, January 2, 2013

tentang minyak dan gas


mencoba mengulang kembali apa yang sudah di pahami tentang GEOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
.....
.....


Minyak dan gas bumi merupakan salah satu sumber energi yang masih dimanfaatkan sampai saat ini. Dimana cadangannya yang kian menipis di bumi ini. Manalagi minyak dan gas bumi adalah sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. Karena membutuhkan waktu jutaan tahun lamanya untuk proses pembentukannya. Tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana minyak dan gas bumi itu terbentuk, bagaimana minyak dan gas bumi bisa naik ke atas permukaan dan kita menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
 
Para ahli berpendapat mengenai proses terbentuknya minyak dan gas bumi ini mulanya dari jutaan tahun yang lalu, organisme-organisme yang mati kemudian tenggelam di suatu cekungan di dasar laut. Lama kelamaan organisme yang mati ini tertimbun oleh material-material yang juga mengendap di cekungan tersebut. Ini terus berlanjut sampai jutaan tahun lamanya, yang akhirnya membuat organisme mati tertimbun sampai dalam. Karena kedalaman mempengaruhi tekanan dan temperatur menjadi semakin tinggi, maka organisme yang mati terurai menjadi senyawa kimia yang disebut kerogen. Kerogen ini kemudian mengalami proses pematangan, apabila pematangannya sempurna maka yang terbentuk adalah minyak bumi. Namun, apabila proses pematangannya terlalu matang maka akan terbentuk gas. proses ini berlangsung di source rock.
 
Terdapatnya minyak bumi tidak hanya berlangsung sampai di sini. Minyak dan gas kemudian mengalami proses migrasi. Dimana proses migrasi yang pertama di lalui adalah migrasi primer. Pada proses migrasi primer minyak dan gas keluar dari source rock menuju carrier bed. Selanjutnya, dari carrier bed menuju batuan reservoir yang dinamakan migrasi sekunder.
 
Pada batuan reservoir inilah minyak tersimpan dan karena disekitarnya terdapat batuan penyekat (cap rock) maka minyak tidak dapat bergerak kemanapun. Batuan reservoir ini seperti batu pasir atau batu gamping karena batuan ini mempunyai rongga-rongga pori (porositas dan permeabilitasnya baik). Terperangkap minyak dan gas bumi tersebut dalam jebakan. Macam-macam jebakan seperti jebakan struktur dan jebakan stratigrafi. Minyak dan gas yang terperangkap bisa saja keluar karena mengalami kebocoran, inilah yang disebut migrasi tersier. kebocoran ini bisa disebabkan oleh fractures atau patahan.
 
Selanjutnya, diserahkan kepada ahli geologi untuk dapat menemukan keberadaannya. Kegiatan seperti dinamakan eksplorasi minyak dan gas bumi. Biasanya metode yang digunakan adalah survey seismik. metode ini menggunakan gelombang seismik yang diberikan dari atas permukaan dan pantulannya akan ditangkap oleh alat yang disebut geophone. Hasil dari survey seismik ini berupa penampang keadaan litologi bawah permukaan, di sinilah ahli geologi untuk mulai menginterpretasikan hasil tersebut.
Setelah mendapatkan hasil dimana tempat yang mengandung gas atau minyak bumi. Dilakukan lah kegiatan operasi pemboran untuk melakukan pembuktian adanya minyak bumi.
 
Bila operasi pemboran sudah mencapai formasi yang mengandung minyak, maka selanjutnya dilakukan pemasangan pipa sumur produksi. Minyak dari bawah permukaan kemudian diangkat naik ke atas dengan menggunakan metode produksi seperti artificial lift. Kemudian disalurkan dalam tangki-tangki di stasiun penyimpanan/pengumpul. Selanjutnya, minyak dikirim ke tempat pengolahan karena minyak yang di ambil dari bawah permukaan masih berupa minyak mentah dan akhirnya setelah melalui tahapan pengolahan minyak baru dapat digunakan, siap disalurkan ke konsumen-konsumen.
 
Jadi, begitulah penjelasan singkat bagaimana adanya minyak bumi dan bagaimana cara mendapatkannya.
 
 
*note : maaf kalau tulisan ini tidak didukung dengan gambar
 
.slv. 
 
 

No comments:

Post a Comment